Serba-serbi

Mengenal Tren Pakaian Era 1980-an

Tren adalah sesuatu yang sering dilihat, didengar atau dipakai oleh masyarakat pada waktu atau masa tertentu. Sedangkan pakaian adalah paduan suatu gaya dengan desain. Tren pakaian adalah sebuah gaya pakaian yang populer dalam suatu budaya di waktu tertentu. Beberapa kota yang dianggap sebagai kota fesyen di dunia adalah London, Paris, New York, dan Milan. Pada tahun 1000 Masehi fesyen dengan gaya Eropa klasik memiliki bentuk yang besar dan tidak ketat, dan pada saat itu gaya berpakaian masih terkesan sopan. Lalu pada tahun 1910-1930,terkenal dengan fashion sederhana menggunakan pakaian dengan topi bundar bagi perempuan dan topi baret bagi pria.

Pada tahun 1930-1950, masa klasik saat foto mulai marak. Pakaian berkerah bundar dan lebar serta baju luaran mulai populer. Model pria masih sama pada era sebelumnya. Lalu kemudian di tahun 1970-1980 semua orang sudah mulai mengenal gaya berbusana. Saat itu yang sedang populer adalah penyanyi bernama Maddona. Tidak tak hanya itu, seiring terkenalnya musik disko pakaian berbahan denim juga mulai banyak bermunculan. Tren pakaian era 1980-an masih marak dipakai oleh wanita-wanita masa kini. Seperti halnya celana denim dengan model cutbray yang di kombinasi kan dengan blouse yang dimasukkan kedalam. Longdress dengan berbagai bahan juga cukup populer di era tersebut. Biasanya longdress akan di kombinasikan dengan baju bolero. Baik dengan lengan maupun tanpa lengan. Salah satu keunikan yang muncul pada era tersebut adalah tren memakai bantalan pada bahu wanita. Dan terdapat juga T-shirt warna-warni bernuansa Hawai. Tren T-shirt ini masih ada hingga sekarang. Membicarakan tentang mode pada era 80-an memang memiliki kesan tersendiri.

READ  Laundry Koin, Laundry Seperti Apakah Ini?

Pada saat itu, hampir semua jaket dan blouse memiliki bantalan bahu. Pada masa itu, bantalan bahu dipercaya dapat membentuk siluet dan memberi kesan formal dalam bisnis maupun acara tertentu. Saat itu juga sangat terkenal pakaian atasan yang ukurannya cukup besar. Ada yang berupa kaos rajut yang berukuran sangat besar dan juga lebar. Kemudian dipadukan dengan celana ketat dan jaket yang berwarna cerah diikatkan ke pinggang. Ada juga celana Sanggurdi, merupakan salah satu tren yang sangat populer pada masa itu. Terbuat dari bahan yang elastis dan memiliki lubang pengamat diantara lingkar kaki. Selain itu juga terdapat rok mini. Merupakan nomor satu dalam tren tahun 1980 dan tidak pernah memberi kesan ketinggalan zaman bagi pemakainya. Atasan yang kenakan biasanya T-shirt berukuran besar dan berbaju lebar. Terdapat juga sepatu jelly, terbuat dari PVC yag merupakan salah satu sepatu andalan di era itu. Beberapa tahun terakhir ini sepatu tersebut mulai diproduksi kembali.

Selanjutnya ada celana denim belel, celana jenis ini sangat digemari baik kaum wanita maupun pria. Kemudian ada juga celana parasut yang merupakan celana ketat, mengkilap dan terbuat dari parasut. Memaki celana ini sangat sulit karena ukuran dan bahannya. Biasanya dihiasi dengan resleting dalam jumlah yang berlebihan.

Tren pada era 80-an memang unik. Hal ini terbukti dengan banyaknya pakaian yang kini muncul kembali dan banyak digunakan publik. Salah satunya adalah sepatu jelly dan jaket denim yang masih dipakai hingga kini. Pada tahun 2000, tren fashion 1980 mulai marak diikuti kembali. Tidak heran bila kini juga masih ada beberapa tren fashion yang terinspirasi dari gaya pakaian era 80-an.

READ  Desain Kemasan dan Pengaruhnya Terhadap Psikologi Konsumen

Terpopuler

Pusat penyedia kebutuhan peralatan dan perlengkapan laundry #1 di Indonesia.

Segmentasi pelanggan kami adalah mereka yang akan atau telah membuka usaha laundry dan membutuhkan berbagai macam alat penunjang proses produksi.

Kualitas yang kami sediakan telah diseleksi secara ketat untuk kepuasan pelanggan.

ABOUT THE STORE

WASHING FACTORY – Distributor mesin, perlengkapan dan peralatan laundry No.1 di Indonesia.

 Jalan Mawar No 1, Malang
 Phone: 0811 3030 696
 

Like Us on Facebook

Copyright © 2015-2016 WashingFactory.com, Powered by PT. Royal Arch Indonesia.

To Top